Musafak, Mantan Kades yang Jadi Anggota DPRD Grobogan
Ngaku Grogi, Saat Ditunjuk Jadi Juru Bicara Fraksi
Kata pepatah, nasib orang bagai roda berputar. Terkadang di atas, kadang di bawah. Seperti yang dialami Musafak. Kalau semula pria ini dikenal sebagai pensiunan kepala desa (kades), kini dia menjadi anggota DPRD Grobogan.
DANI AGUS, Grobogan
—
JARUM jam masih menunjukkan angka 08.00 pada Kamis (11/12) lalu. Meski masih pagi, namun Musafak ternyata sudah hadir di Kantor DPRD Grobogan. Rupanya, kehadiran mantan kades ini memang menjadi kewajiban barunya.
“Hari ini, ada sidang paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi. Kebetulan, saya yang dapat tugas dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) untuk menyampaikan pandangan umum. Jadi, saya harus mempersiapkan diri dulu,” kata mantan Kades Putat, Kecamatan Purwodadi tahun 1994-2002 itu.
Perlunya mempersiapkan diri menjadi juru bicara fraksi itu barangkali memang cukup beralasan. Sebab, Musafak baru dilantik jadi anggota dewan sehari sebelum sidang paripurna itu digelar.
“Baru ngantor pertama langsung dapat tugas jadi juru bicara. Makanya, saya masih sedikit grogi,” imbuh suami Hartini itu.
Saat menjabat kades dulu, Musafak sempat beberapa kali nongol di kantor DPRD Grobogan. Yakni, saat menggelar audensi dengan Komisi A atau bertemu dengan pimpinan dewan.
Musafak resmi jadi anggota dewan baru menggantikan Toha Ali Faruk lewat proses pergantian antar waktu (PAW). Toha terpaksa diganti karena yang bersangkutan sudah jadi caleg dari Partai Hanura.
Lulusan DII IKIP Semarang (Unnes) itu tidak pernah membayangkan jika akhirnya bisa duduk jadi wakil rakyat. Sebab, jatah caleg dari daerah pemilihan (dapil) I yang bisa duduk di DPRD Grobogan dalam pemilu 2004 lalu hanya satu kursi. Dan itu menjadi hak dari Toha yang duduk dalam nomor urut satu.
“Dalam susunan caleg dulu, saya urutan kedua. Jadi, sudah tidak pernah mimpi kalau mau jadi anggota DPRD segala. Kalau Toha tidak pindah parpol lain, sudah pasti saya tidak bakalan jadi anggota dewan,” jelasnya sembari tertawa.
Musafak menyadari, masa baktinya menjadi anggota dewan hanya beberapa bulan saja. Beberapa bulan setelah pemilu 2009 nanti, wajah anggota DPRD Grobogan kemungkinan besar bakal berganti. Dia sudah pasti tidak menjadi anggota dewan lagi pada periode berikutnya.
“Kesempatan saya jadi anggota dewan hanya ini saja. Soalnya, saya tidak masuk jadi caleg dalam pemilu 2009 mendatang,” ujarnya.
Meski masa baktinya memang hanya sebentar, namun Musafak mengatakan akan memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Yakni, untuk menimba ilmu, menambah relasi dan memperjuangkan asipirasi masyarakat.
“Kesempatan jadi anggota dewan ini tidak bisa datang setiap saat. Makanya, saya harus manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin,” imbuh anggota komisi B itu.(*)
No comments yet.
Leave a comment
-
Archives
- January 2009 (3)
- October 2007 (3)
- May 2007 (1)
- March 2007 (1)
- February 2007 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS